Cara Memotret Landscape

Cara Memotret Landscape

Salah satu jenis fotografi yang banyak diminati adalah fotografi landscape. Biasanya fotografi landscape erat kaitannya dengan alam, apabila didefinisikan, foto landscape adalah forografi ruang dunia dengan luas tak berujung dan bisa juga dalam ruang yang terbatas. Sebenarnya, fotografi landscape tidak hanya alam saja, semua fitur buatan manusia juga bisa disebut dalam fotografi landscape. Landscape bukan hanya suatu jenis foto pemandangan indah, tapi dengan foto landscape seorang viewer harus dapat merasakan berada di lokasi tersebut. Membuat hal seperti itu sangat susah dan menjadi tantangan banyak fotografer profesional yang berkecimpung dalam landscape fotografi. Oleh karena itu, berikut ini akan diberikan mengenai tips cara memotret landscape yang baik dan benar.

Cara Memotret Landscape

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai cara memotret landscape adalah sebagai berikut,

  1. Kombinasikan objek

Anda bisa memilih langit dan daratan di kombinasikan, jangan anda memilih salah satu objek tersebut karena hasil fotonya akan menjadi datar.

  1. Dapatkan titik fokus

Foto yang baik artinya ia mempunyai point of interest tertentu sehingga para viewer akan langsung tertuju pada objek dalam foto tersebut. Anda bisa mengarahkan fokus pada lensa untuk memfokuskan pada point of interestnya.

  1. Gunakan Tripod

Untuk menghasilkan foto yang baik, anda bisa menggunakan tripod, meskipun berat, namun tripod sangat berfungsi lho dalam memotret foto landscape. Menggunakan tripod akan meminimalisir guncangan ketika penekanan pada shutter.

  1. Depth of Field

Biasanya foto landscape tajam dari ujung ke ujung lainnya, anda bisa menggunakan aperture f/8 ke bawah agar hasil foto nya menjadi lebih soft.

  1. Berani memfoto gerakan alam

Gerakan alam seperti air terjun, desiran ombak, angina yang berhembus, dapat menjadi menarik jika anda potret, jangan ragu untuk memotret gerakan alam. Agar lebih maksimal, anda bisa mengunakan peralatan pendukung seperti tripod dan lainnya.

  1. Waktu dan cuaca yang tepat

Untuk memotret landscape yang baik, anda harus mensinkronkan waktu dan cuaca yang tepat, misalnya carilah golden hour ketika sore hari dan blue hour pada waktu tertentu.

Cara Memotret Objek Bergerak dengan Kamera DSLR

Cara Memotret Objek Bergerak Dengan Kamera DSLR

Seringkali jika kita ingin memfoto suatu yang bergerak cepat, misalnya memfoto mobil yang melintas di jalan tol, mmfoto suatu pertandingan sepak bola, basket, dan lainnya hasil foto kita menjadi blur atau goyang. Ternyata, untuk memotret objek bergerak khususnya dengan kamera DSLR dibutuhkan beberapa settingan kamera dan cara tertentu. Seorang fotografer juga belum tentu dapat memotret objek yang bergerak cepat lho, karena memang Cara Memotret Objek Bergerak dengan Kamera DSLR juga cukup sulit, dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam memotretnya.

Cara Memotret Objek Bergerak Dengan Kamera DSLR

Penasaran bagaimana Cara Memotret Objek Bergerak dengan Kamera DSLR? Beruntung bagi anda semua karena kami disini akan memberikan informasi mengenai dasar-dasar memotret objek bergerak yang mungkin dapat menjadi referensi anda semua.

  1. Atur Shutter Speed

Shutter speed adalah kecepatan bukaan yang dapat mempengaruhi pencahayaan, blur, dan efek tertentu. Anda bisa mengatur shutter speed cepat untuk memotret objek bergerak. Anda bisa memilih kecepatan 1/500 atau lebih, jika hasil foto masih kabur, anda bisa menggunakan shutter speed 1/1000.

  1. Aperture

Aperture besar bisa membantu kecepatan rana yang tinggi, kita bisa mengatur bukaan f/2.8 atau f/4 bergantung dari lensa yang anda gunakan dalam kamera DSLR nya. Tidak ada salahnya juga menggunakan flash di tempat dengan cahaya yang banyak.

  1. ISO

UNtuk mendapatkan foto objek bergerak yang tidak kabur, anda bisa menggunakan ISO yang maskimal, tapi hat-hati pilihlah ISO yang besar dan tepat karena jika ISO yang diatur sangat tinggi bisa-bisa muncul noise dalam fotonya.

  1. Mode Burst

Gunakan continuous shoot agar sehingga memungkinkan kamera mengambil gambar terus menerus tanpa jeda, mode tersebut disebut juga mode burst. Kita akan mendapatkan hasil foto yang banyak yang kemudian dapat kita pilih mana foto yang baik.

  1. White Balance

Menggunakan white balance yang otomatis merupakan pilihan yang tepat supaya anda tidak usah mengatur lagi temperature cahaya di tempat objek akan di potret.

Itulah beberapa tips mengenai cara memotret objek bergerak dengan kamera DSLR.

Cara Memotret Profesional

Cara Memotret Profesional

Tentu meengambil gambar untuk mengabadikan momen tertentu misalnya momen liburan, momen wisuda, dan momen lainnya adalah suatu hal yang penting. Tentunya kita selalu menginginkan hasil pengambilan gambar yang baik dan bagus, dibutuhkan seorang fotografer yang profesional dalam mewujudkan hal tersebut. Namun, dibandingkan kita harus membayar seorang fotografer, lebih baik kita sendiri belajar mengenai Cara Memotret Profesional. Banyak sekali tips dan triknya yang bisa anda dapatkan, anda bisa mendapatkannya dengan melihat youtube, dengan melihat buku mengenai foto, dengan mencari di Internet, dan bisa juga menanyakan pada teman yang sudah berpengalaman.

Cara Memotret Profesional

Berikut ini mengenai trik dan rips Cara Memotret Profesional,

  1. Ketahuilah objek apa yang akan dipotret

Jika anda akan memfoto model manusia, anda bisa menggunakan mode Apperture Priority dalam kamera DSLR, anda bisa menggunakan bukaan lebar dimana nilai aperture yang kecil agar tetap fokut pada objek model manusia dimana backgroundnya akan terlihat blur. Jika anda ingin memotret landscape, anda bisa memfoto disaat sore menjelang malam dan menjelang pagi hari. Anda harus memahami mengenai aperture, shutter speed, dan ISO untuk dapat memfoto seperti profesional.

  1. Pegang kamera dengan benar

Jangan sampai anda salah memegang kamera, jangan anda kira bahwa memegang kamera hanya asal-asalan. Penggunaan kamera dengan cara pegang yang benar akan mengurangi tingkat geraknya kamera. Anda bisa meggunakan tangan kiri untuk menyangga lensa dari bawah dan anda bisa menggunakan tangan kanan untuk memegang body kamera.

  1. Perhatikan mengenai komposisi

Anda harus mengasah keterampilan anda mengenai komposisi dalam foto, anda bisa mengasah ketrampilan komposisi misalnya elemen garis dan elemen warna. Apabila anda sudah cukup mengerti mengenai komposisi elemen garis dan warna tersebut, anda bisa memulai untuk mengkombinasikannya.

  1. Belajar software foto editor

Foto yang profesional tidak haya dihasilkan murni dari hasil pemotretan saja, namun dibutuhkan juga proses di studio yang memungkinkan untuk seorang fotografer mengedit foto menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu mempelajari software foto editor menjadi hal yang penting.

Cara Memotret Makanan

Cara Memotret Makanan

Model tidak harus manusia saja lho! sekarang makanan juga bisa menjadi model seorang fotografer. Fotografi makanan biasanya digunakan untuk iklan komersil suatu perusahaan makanan untuk dipromosikan dalam katalog, majalah, televisi, dan lain-lain. Fotografi yang berhubungan dengan makanan dapat mempengaruhi seseorang yang melihatnya, potret makanan yang baik akan menghasilkan presepsi seseorang mengenai makanan tersebut, apakah makanannya enak atau tidak. Sama seperti memotret manusia, semuanya ada tekniknya, begitu juga dengan teknik Cara Memotret Makanan dibutuhkan trik dan tips khusus.

Cara Memotret Makanan

Berikut ini merupakan trik dan tips mengenai Cara Memotret Makanan,

  1. Lighting

Untuk memunculkan tekstur makanan yang lezat dan menggiurkan, anda bisa mencoba memotret makanan dengan posisi backlight, Kontrol pencahayaan yang datang dari belakang adalah salah satu kontrol pencahayaan yang baik dibandingkan dengan menggunakan pencahayaan dari depan seperti biasa datar. Jangan sampai anda memfoto makanan di tempat yang pencahayaannya gelap, pastikan pencahayaannya mencukupi.

  1. Perhatikan Sudut Pengambilan

Bagi anda seorang foot fotographer, beranilah untuk memfoto makanan dari angle yang berbeda, misalnya dari samping, dari atas, dari pinggir, dan angle yang menarik lainnya. Memotret makanan dengan angle yang itu-itu saja akan membuat jenuh lho.

  1. Aperture

Gunakan lensa dengan bukaan atau aperture yang besar, anda bisa memanfaatkan bukaan f/3.5 dengan focal length 18 mm misalnya jika anda menggunakan lensa kit. Efek bukaan yang besar juga dapat menghasilkan efek bokeh sehingga kesan foto tersebut akan lebih dramatis.

  1. Detail

Temukanlah point of interest dalam objek yang anda foto, carilah suatu hal yang menarik perhatian untuk kemudian anda segera fokuskan ke detail makanan tersebut.

  1. Tatalah Makanan

Anda harus dapat memastikan bahwa makanan yang akan anda potret sudah dalam komposisi dan tatanan yang baik, jangan sampai memberikan kesan acak-acakan, tumpang tindih, atau amburadul.

Kelima tips diatas adalah Cara Memotret Makanan yang baik dan benar, adapun untuk memotretnya anda bisa menggunakan kamera pocket, smartphone, mirrorless, DSLR, digital, dan jenis kamera lainnya.

Cara Memotret yang Benar

Cara Memotret Yang Benar

Foto yang bagus tidak hanya dihasilkan oleh kamera yang mahal, anda juga bisa memanfaatkan kamera smartphone anda untuk menghasilkan foto yang baik dan bagus. Eits jangan menyepelekan! Di era yang modern ini banyak sekali smartphone dengan kamera beresolusi tinggi, ditambah menggunakan kamera smartphone juga cukup simpel, anda tidak perlu capek-capek membawa tas kamera yang besar, anda hanya tinggal mengambil smartphone di saku anda kemudian ‘Cekrekk’ bisa langsung mengabadikan momen-momen indah. Namun, untuk menghasilkan hasil potret menggunakan smartphone yang baik, anda harus memperhatikan Cara Memotret yang Benar.

Cara Memotret Yang Benar

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara memotret yang benar. Pertama adalah pencahayaan, menggunakan smartphone baiknya menggunakan pencahayaan alami, namun apabila anda didalam ruangan, anda bisa menggunakan nyala lampu dan penerangan lainnya. Kedua adalah sudut pengambilan foto, anda bisa memilih angle dari atas menghadap ke bawah, dari sampng kiri, dari samping kanan, dari bawah menghadap ke atas, dan lainnya. Ketiga jangan takut untuk mendekat, jika kamera smartphone anda beresolusi tinggi anda beruntung karena anda bisa memotret dari jauh dan meng crop nya, jika resolusi kamera anda pas-pasan, kami lebih menyarankan untuk mendekat pada objek dan memotretnya sehingga hasilnya bisa lebih baik dan lebih tajam. Keempat jangan goyang, goyang dalam memfoto menggunakan smartphone akan menyebabkan buramnya suatu foto, jika pencahayaan rendah dan banyaknya gerakan (goyangan) ketika anda memfoto, hasil dari foto tersebut pun akan menjadi buram, solusinya anda bisa meletakkan ponsel di permukaan yang rata dan stabil. Kelima manfaatkan timer, timer juga kadang-kadang menjadi hal yang penting lho. Keenam manfaatkan orientasi ponsel, anda bisa memfoto landsape dengan memutar ponsel anda ke samping agr mendapatkan gambar yang lebih baik.

Untuk menambah baik hasil memotret menggunakan smartphone, anda bisa menggunakan aplikasi tambahan pada smartphone anda, banyak fiture-fiture misalnya fiture panorama, beauty face, dan lainnya yang dapat membuat hasil potret anda menjadi lebih baik. Demikian informasi mengenai Cara Memotret yang Benar, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua!

Cara Memotret yang Baik

Cara Memotret Yang Baik

Menghasilkan foto yang baik adalah salah satu kewajiban seorang fotografer dan pecinta fotografi. Banyak sekali Cara Memotret yang Baik tentunya dapat diaplikasikan dalam memotret sesuatu. ‘Baik’ nya suatu foto juga ditentukan dari tajamnya foto tersebut. Foto yang baik tercermin pada ketajaman dari hasil potret tersebut. Banyak sekali teknik yang harus dikuasai dalam memotret agar hasilnya lebih baik, dari teknik dasar terlebih dahulu, misalnya memegang kamera. Cara seorang fotografer memegang kamera tentu akan berpengaruh pada ketajaman foto. Selain cara memegang kamera, seorang fotografer juga harus dapat memencet tombol shutter dengan baik dan benar.

Cara Memotret Yang Baik

Jika kita tadi membicarakan Cara Memotret yang Baik khususnya mengenai teknis memegang kamera dan memencet tombol shutter, kini kita membicarakan tentang settingan dari kamera.

  1. Shutter Speed

Semakin cepat anda mensetting shutter speed, semakin tajam juga foto yang akan dihasilkan.

  1. Apperture

Mengurangi aperture berarti anda memperbesar angka nya (misalnya f/22) hal ini akan berpengaruh pada besarnya area tajam dalam foto baik objek yang dekat maupun objek yang jauh. Jika anda ingin menajamkan hanya area tertentu didekat fokus, anda bisa memilih aperture yang besar dengan cara memperkecil angkanya (misalnya f/4).

  1. ISO

ISO yang tinggi akan mempercepat shutter speed sehingga aperture menjadi lebih besar, jika anda memotret dalam ruangan, baiknya anda memilih ISO yang tinggi, tapi ingat! Jangan terlalu tinggi karena ISO yang tinggi dapat menyebabkan timbulnya bintik hitam.

  1. Fokus

Atur fokuss dengan benar, baiknya anda menggunakan manual fokus agar kefokusan bisa anda atur semau anda, atur ring lensa kemudian anda bisa menggerakannya dan mengatur pada fokus sesuai objek keinginan anda.

  1. Gunakan Tripod

Apabila perlu, anda bisa menggunakan tripod, penggunaan tripod akan memberikan hasil foto yang lebih baik dibandingkan tidak menggunakan tripod, anda akan mendapat foto yang lebih tajam dan lebih baik.

  1. Lensa

Pilihlah lensa kamera yang terbaik untuk menghasilkan foto yang lebih baik dan bagus.

Cara Memotret yang Bagus

Cara Memotret Yang Bagus

Perkembangan kamera dari zaman dahulu hingga zaman sekarang cukup signifikan, awalnya untuk mengabadikan suatu momen kita menggunakan kamera Obscura, kamera digital, hingga sekarang ini kameral DSLR. Penggunaan kamera menjadi wajib apalagi jika harus mengabadikan momen-momen tertentu. Semakin canggihnya kamera, semakin berkembang juga ilmu mengenai foto yang disebut dengan fotografi. Menggunakan kamera DSLR tidaklah semudah yang di bayangkan, banyak sekali Teknik-teknik dasar yang harus diterapkan agar menghasilkan hasil yang bagus. Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan memberikan informasi mengenai Cara Memotret yang Bagus.

Cara Memotret Yang Bagus

Kami disini akan memberikan informasi mengenai Cara Memotret yang Bagus khususnya bagi anda yang ingin memotret selfie atau close up. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Teknik foto close up diantaranya pemilihan kamera, pengaturan waktu, cahaya, komposisi, dan lokasi. Sebelum mulai memfoto, baiknya anda dan model mendiskusikan mengenai lokasi dimana anda akan berfoto, apakah lokasi nya indoor atau outdoor. Setelah mendiskusikan mengenai lokasinya, anda sebagai seorang fotografer harus dapat menentukan tempat pencahayaan yang baik, intinya jangan sampai anda mengambil foto yang berlawanan arah dengan sinar matahari karena hasil dari fotonya akan silau. Komposisi juga harus di atur, tempatkan frame kamera sejajar dengan model, jangan terlalu tinggi ataupun rendah. Sesuai dengan namanya ‘close up’ anda harus memilih kamera dengan fiture zoom yang baik sehingga anda dapat mengatur dengan leluasa dan bisa memotret dengan posisi wide angle.

Teknik Cara Memotret yang Bagus untuk foto close up tentunya berbeda dengan cara memotret landscape atau pemandangan, semuanya mempunyai Teknik tertentu dan tentu harus diperhatikan oleh seorang fotografer yang handal. Tidak harus menjadi fotografer, jika kita niat dan mau, kita juga bisa belajar secara otodidak dan mencari informasi mengenai teknik memotret yang bagus dengan menggunakan internet atau membeli buku panduan di toko buku terdekat. Demikian informasi mengenai tips memotret yang bagus untuk close up, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua!

Cara Memotret dengan Kamera DSLR

Cara Memotret Dengan Kamera DSLR

Kamera DSLR atau Digital Single Lens Reflex adalah kamera digital dengan sistem cermin otomatis dan pentaprisma untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju viewfinder. Bagi orang awam, memotret dengan kamera DSLR kadang dianggap spele, agar gampang mereka biasanya langsung menyetting kameranya menjadi automatic. Setidaknya, jika anda mempunyai kamera DSLR, anda harus tau mengenai dasar-dasar Cara Memotret dengan Kamera DSLR, sayang juga kan jika kamera DSLR anda tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sebenarnya, menggunakan kamera DSLR itu cukup mudah kok, yang penting kita paham mengenai dasarnya.

Cara Memotret Dengan Kamera DSLR

Berikut ini kami telah merangkum mengenai tips Cara Memotret dengan Kamera DSLR

  1. Setting White Balance

White balance atau keseimbangan warna putih harus di atur sebelum melakukan pemotretan, anda bisa menggunakan kertas berwarna putih, kemudian anda bisa mengatur dan memilih settingannya, biasanya kamera DSLR menyediakan settingan auto, daylight, cloudy, shade, tungsten, fluorescent, flash, dan costum.

  1. Setting ISO

ISO adalah settingan yang menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya, semakin tinggi ISO nya, semakin tinggi juga kepekaannya terhadap cahaya. ISO yang tinggi biasanya digunakan di malam hari atau cahaya yang minim.

  1. Setting Fokus

Anda bisa menyetting fokus manual maupun fokus otomatis. Menggunakan fokus manual berarti anda bisa memfokuskan pada tempat sesuai keinginan anda, anda hanya memutar ring fokus pada lensa, berbeda dengan settingan fokus otomatis dimana ring pada lensa akan bergerak sendiri dan terfokus secara otomatis pula.

  1. Setting Apperture

Diafragma atau yang sering disebut juga sebagai aperture biasanya bersimbol ‘f’, aperture adalah pengaturan bukaan lensa dimana semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Semakin besar bukaan lensanya semakin banyak juga cahaya yang masuk ke sensor. Tingginya aperture biasanya digunakan dalam fotograpi portrait, sebaliknya fotografi landscape biasanya menggunakan aperture yang rendah.

Itulah keempat tips dasar yang harus anda perhatikan dalam Cara Memotret dengan Kamera DSLR. Keempat hal tersebut setidaknya harus diketahui agar dapat menghasilkan foto yang baik dan bagus.

Cara Memotret Milky Way

Cara Memotret Milky Way

Seiring dengan berjalannya waktu, ilmu fotografi tidak hanya itu-itu saja, hal itu dibuktikan dari banyaknya cabang ilmu fotografi salah satunya adalah astrofotografi. Astrofotografi adalah ilmu fotografi yang berkaitan dengan astronomi atau ilmu mengenai pengamatan benda-benda langit. Bagi seorang fotografer profesional, tentunya selain pandai memotret benda di bumi, ia juga harus dapat memotret benda di langit dengan baik entah itu cara memotret bintang, Cara Memotret Milky Way,dan benda langit lainnya.

Cara Memotret Milky Way

Saat ini kita tinggal di planet bernama bumi yang terletak di galaksi bima sakti atau disebut juga milky way. Milky way ini terdiri dari banyak planet, bintang, dan lainnya. Salah satu contoh memotret milky way adalah memotret bintang di langit, dibutuhkan Teknik khusus untuk dapat memotret milky way secara baik, demikian persiapan Cara Memotret Milky Way dengan baik,

  1. Pertama, yang harus anda siapkan adalah kamera dengan pengaturan manual juga teknik long exposure, siapkan tripod dan calbe release.
  2. Jika kamera sudah memenuhi syarat tersebut, anda bisa melanjutkannya dengan menyeting ISO, gunakan ISO maksimal 1250, gunakan diafragma terbesar (contohnya F3.5), gaya memtoret landscape, exposure time 30 detik (30’’, jangan melebihi 30 detik)
  3. Setelah settingan no. 2 selesai, anda bisa memilih format foto RAW, hindari penggunakan format JPEG agar fotonya lebih tajam.

Cara Memotret Milky Way juga bisa dibantu dengan aplikasi tambahan yaitu stellarium, anda bisa mendownload aplikasinya secara gratis di internet. Aplikasi stellarium tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk memotret galaksi bimasakti di daerah anda khususnya di Indonesia. Memotret milky way juga tidak sembarangan, ada beberapa hal yang harus dihindari diantaranya polusi atau kebocoran cahaya, hindari awan karena kadang-kadang akan menghalangi, dan cari tempat yang bagus seperti di dataran tinggi (pegunungan, perbukitan, lereng tebing, dll), jangan memotret di dataran rendah dengan banyak pepohonan menutupi karena hasilnya kurang maksimal. Perlu diingat, memotret milky way tidak semudah yang dibayangkan dan butuh pengetahuan khusus mengenai astronomi dan fotografi.